Islamic Calendar

SANDAL JEPIT ………..

Dari seorang sahabat,

Disebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota, nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.

Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.

“Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”, sergah sang sepatu dengan nada congkak.

Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.

“Apa menariknya menjadi sandal jepit ?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.

Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata

“Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya di tempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya”. Sandal jepit berhenti berbicara sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.

“Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di didalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sesekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu?. Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang spesial. Dalam kamus kehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya”, Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.

“Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman.” Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit.

“Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang”, jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya.

Sandal jepit tersenyum dengan bijak “Sahabatku! ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya”

Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera mengambil air wudhu. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu

“Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikanpun manusia mengajakku dan meninggalkanmu”

Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke mushola dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan “Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku, sandal jepit yang terhormat”.

“Bila hati tidak terhalang maka hasilnya adalah Cinta.”

I am Home???

Cara terbaik menikmati buah adalah dengan mengupas kulitnya, memakan isinya dan meninggalkan bijinya.

Cara terbaik menikmati persahabatan adalah dengan menyingkirkan kejelekan yang ada pada sahabatmu, mensyukuri kebaikannya dan menerima segala kekurangannya.

Bergaullah dengan menjadikan dirimu sebagai orang yang paling banyak manfaatnya bagi sahabat2-mu.

Bergaullah sehingga keberadaanmu menarik simpati mereka dan kepergianmu dari dunia akan menyebabkan kedukaan dan gugurnya air mata mereka

“Bila mata tidak terhalang maka hasilnya adalah penglihatan; bila telinga tidak terhalang maka hasilnya adalah pendengaran; bila hidung tidak terhalang maka hasilnya adalah penciuman; jika mulut tidak terhalang maka hasilnya adalah pengecapan; bila pikiran tidak terhalang maka hasilnya adalah Kebijaksanaan.”

Kebijaksanaan hadir pada saat Anda melepaskan semua penghalang yang Anda ciptakan sendiri melalui konsep dan proses pembiasaan yang Anda alami.Kebijaksanaan bukanlah sesuatu yang didapatkan; kebijaksanaan bukanlah
pengalaman; kebijaksanaan bukanlah penerapan ilusi yang Anda dapatkan kemarin untuk memecahkan persoalan hari ini.

Kebijaksanaan berarti kepekaan terhadap situasi tertentu, pada orang tertentu, tidak terpengaruh oleh pengalaman masa lalu yang masih melekat dalam ingatan atau oleh sisa-sisa ingatan mengenai pengalaman di masa lalu.

“Bila hati tidak terhalang maka hasilnya adalah Cinta.”

(dari sebuah milis)

BERHENTILAH WAHAI SAUDARAKU….

Saudaraku tercinta! Sesungguhnya alam semesta ini, yang besar maupun yang
kecil, semuanya menghadap kepada Allah subhanahu wata’ala, bertasbih
kepada-Nya, mengagungkan dan bersujud kepada-Nya. Allah subhanahu wata’ala
berfirman yang artinya, “Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih dengan
memuji-Nya”. (QS. Al-Isra: 44).

Sesungguhnya seluruh makhluk yang Allah ciptakan menundukkan kepalanya,
merendahkan diri kepada-Nya dan mengakui keutamaan-Nya. Akan tetapi, tinggal
di alam semesta ini makhluk kecil yang rendah dan hina. Diciptakan dari
setetes air hina (mani) tiba-tiba saja ia menjadi penentang yang nyata. Dia
berada di suatu lembah dan seluruh alam semesta di lembah yang lain. Ia
meninggalkan ketaatan, tidak mau tunduk dan bertasbih kepada-Nya, meskipun
segala sesuatu yang ada di sekelilingnya tekun berdzikir dan bertasbih
kepada Allah subhanahu wata’ala. Makhluk kecil ini ialah manusia yang
bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala. Alangkah dahsyatnya kebatilan
ini! Alangkah besarnya kedunguan ini! Dan Alangkah rendah dan hinanya ketika
ia menjadi penyakit di alam yang teratur ini.

Berapa banyak ditawarkan kepada nya pertaubatan namun ia enggan untuk
bertaubat. Berapa kali ditawarkan kepadanya untuk kembali kepada Allah
subhanahu wata’ala, namun dia enggan untuk kembali, malah sebaliknya ia
berlari dari-Nya. Berapa banyak ditawarkan kepadanya perdamaian bersama
kekasihnya namun ia enggan berdamai dan mengangkat kepalanya menyombongkan
diri.

Saudaraku tercinta! Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu
wata’ala berpikirlah sejenak tentang dunia ini dan kehinaannya. Berpikirlah
tentang penghuni dan pencintanya. Dunia telah menyiksa mereka dengan siksa
yang beraneka ragam. Memberi minum dengan minuman yang paling pahit. Membuat
mereka sedikit tertawa dan banyak berlinang air mata.

Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala bepikirlah tentang
kehidupan akhirat dan kekekalannya. Ia adalah kehidupan yang sebenarnya. Ia
adalah tempat kembali. Ia adalah penghujung perjalanan.

Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala pikirkanlah
sejenak tentang api neraka, bahan bakarnya, gemuruhnya, kedalaman jurangnya
dan kedahsyatan panas apinya. Bayangkanlah betapa pedihnya siksa yang
dirasakan penghuninya. Mereka di dalam air yang sangat panas dalam keadaan
wajah yang tersungkur. Di dalam neraka mereka seperti kayu bakar yang
menyala-nyala.

Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala,wajib bagimu untuk
berpikir tentang surga dan apa yang telah dijanjikan oleh Allah subhanahu
wata’ala kepada orang-orang yang mentaati-Nya. Di dalam surga terdapat
sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, telinga belum pernah
mendengarnya dan tidak pernah terlintas dalam hati dan benak manusia, berupa
puncak kenikmatan dengan kelezatan yang paling tinggi berupa berbagai macam
makanan, minuman, pakaian, peman dangan, dan kesenangan-kesenangan yang
tidak akan disia-siakan kecuali oleh orang-orang yang diharamkan untuk
memasukinya.

Saudaraku tercinta! Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu
wata’ala, ingatlah berapa lama engkau akan hidup di dunia ini? Enam puluh
tahun, delapan puluh tahun. Seratus tahun, seribu tahun? Kemudian apa
setelah itu? Kemudian kematian pasti akan datang. Apakah yang akan engkau
tempati? Surga-surga yang penuh dengan kenikmatan ataukah neraka jahim?

Saudaraku tercinta! Yakinlah dengan keyakinan yang sebenar-benarnya,
bahwasanya Malaikat Maut yang telah mengunjungi orang lain, sesungguhnya ia
sedang menuju ke arahmu. Hanya dalam hitungan tahun, bulan, minggu, hari,
bahkan hitungan menit dan detik ia akan meghampirimu. Lalu engkau hidup
seorang diri di alam kubur. Tiada lagi harta, keluarga dan sahabat-sahabat
tercinta. Camkanlah dan renungkanlan gelapnya kubur dan kesendirianmu di
dalamnya, sempitnya ruangannya, sengatan binatang-bintang berbisa, ketakutan
yang mencekam dan kedahsyatan pukulan Malaikat Adzab.

Saudaraku tercinta! Ingatlah hari Kiamat. Hari di mana kehormatan di tangan
Allah subhanahu wata’ala. Ketika rasa takut mengisi hati. Ketika engkau
berlepas diri dari anakmu, ibumu, ayahmu, istrimu, dan juga saudaramu.
Ingatlah kondisi dan keadaan-keadaan saat itu. Ingatlah hari di mana neraca
diletakkan dan lembaran-lembaran amal manusia beterbangan. Berapa banyak
amal kebaikan di dalam bukumu? Berapa banyak celah-celah kosong dalam
amal-amalmu? Ingatlah tatkala engkau berdiri di hadapan Al-Malikul Haqqul
Mubin Dzat Yang engkau berlari dari-Nya. Dzat Yang memanggilmu namun engkau
berpaling dari-Nya. Engkau berdiri di hadapan-Nya dan di tanganmu lembaran
catatan amal yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar,
melainkan ia mencatat semuanya.

Maka lisan manakah yang engkau gunakan untuk menjawab pertanyaan Allah
subhanahu wata’ala,ketika Ia bertanya kepadamu tentang umurmu, masa mudamu,
perbuatanmu, dan juga hartamu. Maka kaki manakah yang engkau gunakan untuk
berdiri di hadapan Allah subhanahu wata’ala? Dengan mata yang mana engkau
memandang-Nya? Dan dengan lisan manakah engkau menjawab-Nya ketika Ia
berkata kepadamu, “Hamba-Ku, engkau menganggap remeh pengawasan-Ku padamu,
Engkau anggap sebagai orang yang paling hina dari orang-orang yang
memperhatikanmu. Bukankah Aku telah berbuat baik kepadamu? Bukankah Aku
telah memberi nikmat kepadamu? Lalu mengapa engkau mendurhakai-Ku padahal
aku telah memberi nikmat kepadamu.”

Saudaraku tercinta! Tidakkah engkau bersabar menjalankan ketaatan kepada
subhanahu wata’ala di hari-hari yang pendek ini? Detik-detik ini begitu
cepat, setelah itu engkau akan meraih kemenangan yang sangat besar yang
engkau akan bersenang-senang di dalam kenikmatan yang abadi.

Saudaraku tercinta! Di sana terdapat segolongan manusia yang berkeyakinan
bahwasanya mereka diciptakan sia-sia belaka dan dibiarkan begitu saja.
Kehidupan mereka hanya diisi dengan senda gurau dan permainan belaka.
Penglihatan mereka tertutup, telinga mereka tuli untuk mendengar petunjuk,
hati mereka terbalik, mata mereka buta dan nurani mereka tak berfungsi sama
sekali. Engkau akan mendapati di majlis-majlis mereka segala sesuatu kecuali
Al-Qur’an dan untaian dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala.

Mereka meninggalkan Allah subhanahu wata’ala, padahal mereka adalah
hamba-hamba-Nya yang berada di hadapan dan genggaman-Nya. Allah subhanahu
wata’ala memanggil mereka namun mereka tidak memenuhi panggilan-Nya, mereka
lebih mendahulukan panggilan syetan, keinginan, dan hawa nafsu mereka. Luar
biasa keadaan mereka! Bagaimana mereka memenuhi ajakan syetan dan
meninggalkan seruan Allah subhanahu wata’ala. Ke manakah perginya akal
mereka?!

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman, artinya, “Karena sesungguhnya
bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam
dada.” (QS. Al-Hajj:46).

Apa yang dilakukan Allah subhanahu wata’ala terhadap mereka sehingga mereka
mendurhakai dan tidak menaati-Nya?! Bukankah Allah subhanahu wata’ala telah
menciptakan mereka? Bukankah Dia telah memberi rizki kepada mereka? Bukankah
Dia telah mencukupi harta mereka dan menyehatkan tubuh mereka? Apakah Allah
subhanahu wata’ala Yang Maha Lembut dan Maha Mulia telah menipu mereka?

Apakah mereka tidak takut jikalau kematian mendatangi mereka di saat sedang
bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala? Sebagaimana firman-Nya, artinya,
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?
Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang merugi.” (QS.
Al-A’raf: 99).

Hindarilah dirimu untuk menjadi bagian dari mereka dan jauhkanlah dirimu
dari mereka. Beramallah untuk sesuatu yang karenanya engkau diciptakan
(beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala). Sesungguhnya -demi Allah-
engkau diciptakan untuk sebuah masalah yang sangat agung. Allah subhanahu
wata’ala berfirman yang artinya, “Tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan
manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. (QS.Adz-Dzariyat:56).

Saudaraku tercinta! Wahai engkau yang sedang bermaksiat kepada Allah!!
Kembalilah kepada Tuhanmu dan takutlah akan api neraka. Sesungguhnya di
hadapanmu terbentang berbagai kesulitan. Sesungguhnya di hadapanmu
terbentang dua pilihan, kehidupan penuh nikmat atau lingkungan hidup penuh
siksa. Sesungguhnya di hadapanmu terhampar kalajengking-kalajengking,
ular-ular dan masalah-masalah sukar dan pelik. Demi Allah yang tidak ada
tuhan yang berhak untuk diibadahi kecuali Dia, tawa tidak dapat memberi
manfaat kepadamu. Nyanyian-nyanyian, film-film, dan perkara-perkara hina
tidak bisa memberi manfaat kepadamu. Aneka surat kabar dan majalah-majalah
tidak bisa memberi manfaat kepadamu. Isteri, anak-anak, teman dan sahabat
tidak dapat memberi manfaaat kepadamu. Harta yang melimpah tidak bisa
memberi manfaat kepadamu. Tidak ada yang bisa memberi manfaat kepadamu
kecuali kebaikan-kebaikan dan amal-amal shalih yang engkau kerjakan selama
hidupmu di dunia.

Saudaraku tercinta! Demi Allah tidaklah aku menulis perkataan ini melainkan
karena kekhawatiranku kepadamu. Aku khawatir wajah putihmu ini berubah
menjadi hitam pada hari Kiamat. Aku khawatir wajah bercahayamu ini akan
berubah menjadi gelap. Aku khawatir tubuh yang sehat ini akan dilalap oleh
api neraka. Maka bersegeralah -semoga Allah subhanahu wata’ala memberi
taufik kepadamu- untuk membebaskan dirimu dari api neraka. Umumkanlah ia
sebagai bentuk taubat yang sebenarnya dari sekarang. Yakinlah bahwasanya
selamanya engkau tidak akan menyesal melakukan itu. Bahkan sebalikya -dengan
izin Allah subhanahu wata’ala- engkau akan merasakan kebahagiaan. Hindarilah
keraguan atau mengakhirkan semua itu. Sesungguhnya aku -demi Allah- menjadi
penasihat bagimu.

http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&id=423

Now or Never!!!

Coba pandangi wajah orang-orang yang kita cintai?

Juga pada saat mereka tertidur?

Apa yang timbul dalam hati kita?…

Yakinlah saudaraku. Sungguh, hidup kita sangat berarti untuk mereka.

Maka, mulai sekarang, jangan sia-siakan hidup yang hanya sesaat ini.

Hiduplah untuk 4JJI, dan orang-orang yang kita cintai….

Sebelum kita kehilangan mereka, ataupun mereka kita tinggalkan sebelum kita sempat memberikan yang terbaik buat mereka.

Lebih Yang Tak Seharusnya…..

Pandanglah sesekali ke atas langit saat dirimu merasa hebat tiada batas. Merasa lebih dari sekedar biasanya. Mungkin riya” menyandera jiwa, atau takabbur menggemuruh mengancam jiwa, atau ujub yang tak bisa dibendung. Sehingga dengan lebih itu, kita merasa lebih mulia dari manusia lainnya.

Pandanglah langit sesekali pada merah atau hitamnya kelak. Langit selalu saja rendah hati. Dan langit selalu memberikan pelajaran. Ia tak pernah menampakkan kehebatannya. Apalagi menyombongkan ketinggiannya di luar perintahNya. Padahal langit sudah sedemikian tinggi.

Begitu sejuk saat memandang langit pagi. Begitu biru dan putih memancarkan warna serasi dan mencerahkan mata. Dan langit senja, tak kalah harmoni dengan kilauan bintang gemintang nan penuh cahaya. Semua begitu pas. Tak kurang apalagi berlebih. Mereka sinergi.

Manusia begitu rendah menetap di dunia. Namun sering merasa lebih tinggi dari sekedar langit milikNya. Bahkan dalam sebuah sujud kerendahan, kita dipayungi langit keagunganNya. Ada sebuah syair indah yang ditorehkan Ustadz Rahmat Abdullah, semoga Allah SWT mengasihi beliau :

Merendahlah,
engkau kan seperti
bintang gemintang
berkilau dipandang orang
di atas riak air
dan sang bintangpun jauh tinggi
janganlah seperti asap
yang mengangkat diri tinggi di langit
padahal dirinya rendah hina.

Padahal, kerapkali kita berperilaku seperti asap. Meninggikan dan merasa diri begitu mulia. Tak ingin sedikitpun kemulian yang kita anggap ada itu sirna dari diri. Dengan ketinggian yang kita agungkan, sesungguhnya menyimpan kehinaan yang tercium di balik kerendahan terbangnya.

Berharap begitu besar akan pujian di sekeliling kita terhadap semua yang kita lakukan, namun tak pernah di dapat. Semakin berharap, semakin pula bau asap yang menyesakkan dada itu tercium.

Namun amat berbeda dengan bintang gemintang yang begitu tinggi di sana. Bercahaya bertahtakan sinar mulia sebagai kekasihNya. Hati, terkadang tak pernah bernilai bila selalu bergantung pada sebuah ketinggian yang semu dan sementara.

Padahal, ada sebuah atap langit milikNya tempat semua doa dan cita mengudara, dimana semua hati yang terpilih, mendekap ketinggian hakiki bersama kemuliaan akhlaq yang melahirkan kezuhudan dan keikhlasan yang luar biasa. Wallahu”alam

Beda acara TV Malaysia & Indonesia

Indonesia dan Malaysia, sama-sama bangsa Melayu tapi dalam acara TV kaitannya dengan budaya asing kedua bangsa ini memiliki perbedaan yang jauh berdeda.

Misalnya di Indonesia beberapa TV stations membeli lisensi acara Who Wants to Be a Millionaire dan Pop Idol sehingga format acara harus meniru aslinya. Mungkin juga harus bayar fee untuk supervisor asing.

Lain dengan Malaysia, yang ditiru hanya beberapa format acara dan cara mendapa tkan dukungan penonton. Tapi visi & misinya disesuaikan dengan budaya & agama lokal. Contohnya adalah beberapa acara di bawah ini (di copy dari milis tetangga).

Tidaklah salah untuk membeli lisensi asing atau meniru acara TV bangsa asing. Tapi, jauh lebih baik kalau diasimilasikan dengan budaya lokal sehingga yang berkembang adalah budaya lokal dengan aplikasi teknik dari bangsa asing.

Begitu juga dengan masalah pengembangan liberalisme, boleh saja mengasimilasikan liberalisme dengan Islam. Tapi, seharusnya nilai2 Islam yang dimasukkan dalam liberalisme sehingga liberalisme itu dibatasi dengan nilai2 Islam sehingga nilai2 Islam yang berkembang. Hanya saja kita melihat bahwa justru yang dikembangkan oleh beberapa pihak di tanah air adalah nilai2 liberalisme yang dimasukkan ke dalam Islam sehingga n ilai2 Islamnya yang justru pudar karena dikurangi atau banyak diganti dengan nilai2 liberal yang sebenarnya bertentangan dengan Islam.

Well… tantangan bagi budayawan dan kaum santri..

1. Who will become an Ustaz

Reality show yang menampilkan peserta 12 lelaki yang akan bersaing untuk menjadi seorang Ustaz. Mereka akan ditempatkan disebuah madrasah dan akan diuji ketahanan dari segi membaca alquran, menunaikan sembahyang wajib, menunaikan sembahyang sunat, azan dan lain lain… Setiap minggu akan diadakan pertandi! ngan memberi tazkirah di hadapan penonton yang juga akan disiarkan live di kaca Televison.. Peserta akan dinilai oleh juri profesional (30%) dan sms penonton (70% pemenang akan mendapat pakej haji percuma.

2. Akademi Islamiah

Reality show yang mengambil 12 budak budak yang tel ah sesat dan rosak akhlaknya.. Mereka akan ditempatkan di sebuah banglo, dan akan diajar cara hidup islam. Setiap minggu mereka harus menunjukan kepakaran dalam islam yang telah mereka pelajari, dihadapan penonton secara live. SMS penonton akan menentukan peserta yang layak untuk menang (pilih berdasarkan taraf keinsafan mereka). Mereka menangis kerana menginsafi dosa lalu mereka. Mereka akan dikurung dan dipacakkan dengan 13 kamera CCTV.

3. Muslim Idol

Reality show untuk mencari penceramah Islam terbaik di Malaysia. Peserta yang dapat memberi ceramah yang mengusik jiwa penonton akan mara keperingkat seterusnya hingga ke akhir. Peserta diadi! li oleh penonton melalui sms. Pemenang akan mendapat peluang merakamkan lagu nasyid dan juda CD ceramahnya.

4. Bintang RTM (Remaja Tahu Mengaji)

Sebuah lagi program da ri stesen kerajaan Islam Hadhari kita yaitu berbentuk program tahu [melayucyber] FW Akademi fanta.ems mengaji. Peserta diajar cara membaca secara tartil,bertajwid dengan betul,menghafaz Quran dan berlagu. Peserta yang berjaya akan mendapat cahaya nur Quran.

5. Audition

Rancangan ini berbentuk audition untuk meneruskan pengajian dalam bidang agama samada IPT dalam negeri atau pun luar negeri. Tajaan akan diberikan kepada yang berjaya. Syarat layak masuk kepada semua yang cintakan Islam dan para pendukung Islam. Dalam ensiklopedi hadis yang terdiri dari 111 jilid, Bihar al-Anwar, Nabi Muhammad saw diriwayatkan bersabda: Takutilah dosa, karena dosa itu akan menghancurkan kebaikan. Ada dosa yang menyebabkan pelakunya melupakan ilmu yang sudah diketahuinya. Ada dosa yang menyebabkan pelakunya tidak bisa melakukan ; salat malam. Ada dosa yang menyebabkan rezeki tertahan,……………….

BENUA ATLANTIS YG HILANG ITU BERNAMA… INDONESIA!

Pren, pada pernah denger cerita ttg Atlantis khan? Itu tuh, yang katanya negeri besar yang sangat megah dan jaya. Jadul (jaman dulu) Atlantis itu menjadi pusat peradaban dunia, tepatnya puluhan ribu tahun yang lalu. Walaah, kita masih di alam arwah, belum lahir ya, kepikiran aja belum kali. Kata Plato (427 – 347 SM) puluhan ribu tahun yang lalu itu gunung berapi meletus bareng-bareng, menimbulkan gempa, es mencair, dan banjir gede. Akibatnya nih, sebagian permukaan bumi tenggelam alias hilang. Nah, salah satu yang hilang itu adalah Negeri, lebih tepatnya, Benua Atlantis. Yap, mangkanye nih kita sering denger “Atlantis yang Hilang”. Tapi tau ga, Pren? Sekarang Benua Atlantis itu dah ketemu, maksudnya dah diketemuin. Mana? Koq ga keliatan? Ya Allah, segede gini ga keliatan? Nih, simak hasil penelitian Aryso Santos (2005). Menurut dia Benua Atlantis itu ternyata adalah bumi yang sekarang kita injak-injak, ih..kasar banget sich, maksudnya bumi yang kita menginjakkan kaki di atasnya ini. Ah, yang bener nih? Gimana caranya coba? Jadi Mas Santos ini ngebandingin 33 hal (termasuk luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani) antara kondisi fisik Benua Atlantis sama kondisi fisik Indonesia sekarang. Ternyata sama tuh. Luas wilayah Atlantis jadul terbentang dari Selatan India, terus Sabang sampe Merauke (kayak lagu aja..). Ribuan pulau di Indonesia sekarang, jadul-nya menyatu. Mungkin karena penghuninya telah lupa padaNya, bergelimang dosa dan berhura-hura, azab Allah pun turun. Dan terjadilah bencana besar itu, gunung berapi meletus bareng-bareng. Dahsyat, Maan! Sebagian daratan tenggelam dan jadi lautan. Sebagiannya lagi bakal jadi pulau-pulau kayak sekarang.

Nah, Pren. Coba renungin nih! Indonesia katanya sarang koruptor, sarang teroris, tukang bikin dosa (di mana mangkalnya ya?), terbelakang, utangnya bejibun, makannya banyak, males, ngantukan, telatan, tukang nyontek; waduh! Bener ga sich? Emang bener sich, tapi moga-moga yang ngebaca nih tulisan ga kayak gitu yak. Itu kondisi sekarang. Tapi jadul Indonesia, yang kata Mas Santos tadi adalah Atlantis, pernah menjadi pusat peradaban dunia, Cing! Berarti nih Indonesia jadul dihuni oleh orang-orang yang hebat dan maju. So, para sesepuh kita keren-keren donk? Jadi sekarang gimana, Pren? Bangga donk kita kalo gitu. Tapi apa cukup bangga doank? Nggak khan? So, kita kudu berubah (saatnya berubah!). Kita kudu semangat, disiplin, kerja keras, belajar yang banyak, ta’at beribadah, jauhi perbuatan dosa. Intinya kita harus menjadi mu’min yang sejati gituu.. Spiritnya donk spiriiittt! Biar kejayaan Atlantis terulang kembali di Indonesia ini. Dan yang lebih penting lagi, karena jumlah muslim terbesar dunia ada di sini, peradaban muslim Indonesia bakalan maju dan jaya.

OK, Pren. Jadul aja bisa, kenapa sekarang enggak!? Tul khan? 

Jalannya (Pergeseran) Benua Allah Berfirman : “Dan apakah kamu kira gunung-gunung itu diam di tempat? Padahal gunung-gunung itu berjalan seperti jalannya awan…” (Q.S. an Naml : 88). Gunung-gunung itu menempel di bumi, dalam hal ini benua. Jadi, benua pun berjalan atau bergeser.

Ini kata Allah. Gimana kata ilmuwan? Sudah dibuktikan secara ilmiah, lempeng benua itu berjalan (bergeser) tiap tahun sejauh 10-15 cm. Klop khan? Subhanallah…

Sumber : dudung.net

NEVER GIVE-UP !!!

To realize
The value of a sister
Ask someone
Who doesn’t have one.

To realize
The value of ten years:
Ask a newly
Divorced couple.

To realize
The value of four years:
Ask a graduate.

To realize
The value of one year:
Ask a student who
Has failed a final exam.

To realize
The value of nine months:
Ask a mother who gave birth to a still born.

To realize
The value of one month:
Ask a mother
who has given birth to
A premature baby.

To realize
The value of one week:
Ask an editor of a weekly newspaper.

To realize
The value of one hour:
Ask the lovers who are waiting to Meet.

To realize
The value of one minute:
Ask a person
Who has missed the train, bus or plane.

To realize
The value of one-second:
Ask a person
Who has survived an accident…

To! realize
The value of one millisecond:
Ask the person who has won a silver medal in the Olympics

Time waits for no one.

Treasure every moment you have.
You will treasure it even more when

you can share it with someone special.

To realize the value of a friend:
Lose one.

Just take a minute..

Just take a minute..
Sahabat..
Pernahkah berfikir seperti apa perjuangan orang tua kita untuk memberi makan kita, melindungi kita, membahagiakan kita. Dengan tetesan darah, keringat dan airmata mereka berjuang

Pernahkah kita membayangkan bagaimana orang tua kita dulu mencari uang untuk menyekolahkan kita, membelikan baju baru, membelikan apapun yang kita inginkan tanpa mengharap balas, setiap hari kita hanya menerima kebaikannya, kasih sayangnya yang tiada lelah dan tiada bosan.
Pernahkah kita renungkan mungkin demi kita ayah dan ibu kita rela di caci maki orang, mungkin demi kita ayah ibu kita rela menahan malu mencari pinjaman uang, pernahkan kita renungkan itu???. Bahkan mungkin demi kita ayah ibu kita rela menahan lapar, menahan keinginan untuk memiliki baju yang bagus, untuk memiliki barang yang mewah. Tapi apa yang telah kita berikan pada mereka?? Sanggupkah kita membalas segala budinya, bahkan untuk bericara dengan lembut pun terasa begitu berat bibir ini. Bahkan mungkin kita sering menolak perintahnya, mengabaikan nasehatnya.

Sahabat.
Pepatah mengatakan orang tua kaya anak jadi raja, anak kaya orang tua jadi pembantu pepatah ini bukan omong kosong belaka, karena banyak fakta yang membuktikan seperti itu. Ketika orang tua kaya segala keinginan anak dipenuhi tetapi ketika anak kaya tak jarang orang tua di perlakukan seperti pembantu, untuk mengurus anak, menjaga anak, bahkan menjaga rumah. Akankah kita juga seperti itu??

Sahabat,
Mari kita renungkan, dan intropeksi diri masing-masing terutama untuk diriku sendiri bagaimana perilaku kita selama ini, sudah kah kita termasuk anak yang berbakti, sudah sanggupkah kita menjaga lisan ini agar tidak menyakiti hati mereka, dan apa yang sudah kita lakukan untuk mebahagiakan mereka??, sudah kah kita mendoakan mereka di setiap sholat kita??

Semoga kita termasuk anak yang berbakti dan bisa menjadi seorang anak yang soleh & solehah sehingga kita bisa menjadi penolong kedua orang tua kita kelak di yaumil akhir. Semoga kita bisa Mebahagiakan mereka di dunia dan akherat. Amiin

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh , dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” Q.S 4/36

« Older entries